FI'IL (فعل) ; PENGETAHUAN DASAR

DEVINISI

Fi’il (فعل) dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai kata kerja, dan dalam bahasa Inggris disebut dengan verb. Meski demikian, dalam pengertian yang lain, fi’il diartikan sebagai kata yang pada dirinya sendiri mengandung arti dan padanya disandarkan salah satu dari tiga waktu yakni lampau (ماضي /past), kini (مضارع /present), dan yang akan datang (مستقبل /future). Penyandaran ini membedakan antara fiil dalam Bahasa Arab dan Kata Kerja dalam bahasa Indonesia.

Contoh:

Contoh:

ضرب artinya (dia lelaki satu) telah memukul

يضرب artinya (dia lelaki satu) sedang/akan memukul

إضرب artinya pukullah (olehmu lelaki satu)


KARAKTERISTIK

Untuk dapat mengetahui apakah kata tersebut termasuk fi’il atau bukan, kita bisa melihat dari salah satu 10 tanda, yaitu:

1.      Adanya huruf alif di awal ( أ ).

Contoh: اكتب artinya (Saya) akan/sedang menulis.


2.      Adanya huruf nun di awal ( ن ).

Contoh: نكتب artinya (kami/kita) akan/sedang menulis.


3.      Adanya huruf ya’ di awal ( ي ).

Contoh: يكتب artinya (Dia lelaki satu) akan/sedang menulis.


4.      Adanya huruf ta’ di awal ( ت ).

Contoh: تكتب artinya (kamu lelaki satu) akan/sedang menulis.


5.      Bisa didahului huruf qod (قد , artinya "sungguh/kadang-kadang")

Huruf Qod ini bisa masuk ke dalam fi’il madli maupun fi’il mudlori’. Apabila masuk kedalam fiil Madli, maka qod ini mempunyai fungsi للتحقيق yang artinya sungguh, namun bila berada di fiil mudlori', maka qod mempunyai fungsi للتشكيك yang artinya kadang-kadang.

Contoh: قد قام artinya (dia lelaki satu) sungguh telah berdiri, قد يقوم artinya (dia lelaki satu) kadang-kadang​ berdiri


6.      Bisa didahului huruf sin tanfis (س تنفيس)

Sin tanfis adalah huruf sin yang berfaidah   للاستقبال  dalam bahasa Indonesia mempunyai arti “akan”. Sin tanfis ini hanya bisa masuk ke dalam fi’il mudlori’.

Contoh: سيقوم artinya (Dia lelaki satu) akan berdiri.

 

7.      Adanya huruf "saufa" (سوف)

Huruf  سوف disini berfaidah للتسويف (Menunda suatu pekerjaan sampai nanti) dalam bahasa Indonesia diartikan “akan”. Sama dengan Sin Tanfis, Saufa ini juga hanya bisa masuk di fi’il Mudhori’.

Contoh: سوف يقوم artinya (Dia lelaki satu) akan berdiri.

Sekilas hampir sama antara sin tanfis dan saufa yaitu apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia keduanya mempunyai makna yang sama yaitu hendak/akan. Namun sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Perbedaannya adalah pada kadar waktunya dimana pada sin tanfis zaman mustaqbalnya (akannya) lebih sedikit daripada zaman mustaqbalnya (akannya) saufa, karena banyaknya huruf menunjukkan banyaknya makna.

 

NOTE:

Ketujuh tanda fi’il ini (dari point 1 sd 7) hanya bisa masuk dalam fi’il Mudhori’

 

8.      Adanya huruf ta’ fa’il ( تاء الفاعل)

Tanda ini merupakan huruf ta’ ( تاء ) yang menunjukkan sebuah subjek yang yang melakukan pekerjaan. Contoh: كتبت artinya (saya) telah menulis.


9.      Adanya huruf ta’ ta’nits (تأ تأنيث)

Huruf ta’ ta’nits (تأ تأنيث) adalah huruf ta' yang menunjukkan makna مؤنث  (perempuan).Huruf Ta’ ta’nits hanya bisa masuk ke dalam fi’il madli.

Contoh: قامت artinya (dia perempuan satu) telah berdiri.

 

NOTE:

Kedua tanda fiil ini (poin 8 & 9) hanya bisa masuk pada fi’il madly.

 

10.  Diakhiri dengan nun taukid ( نُوْنُ التَوْكِيْدِ)

Nun taukid adalah huruf nun yang mempunyai faidah للتوكيد (mengukuhan, menguatkan, menegaskan, mengkonfirmasi) kalau dalam bahasa indonesia biasa diartikan dengan "sungguh". Huruf nun taukid ini bisa berada di fi'il mudhari' atau di fi'il amar.

Contoh yang berada di fi'il mudhori': يَذْهَبَنَّ artinya (dia lelaki satu) sungguh sedang/akan pergi.

Contoh yang berada di fi'il Amar: اِذْهَبَنَّ artinya sungguh (kamu lelaki satu) pergilah.

 

 

Sumber:

Jami`ud Durus al-arobiyyah

Audhoh al-Manahij

Qowaid al-lughoh al-arobiyyah al-muyassaroh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KLASIFIKASI FI'IL PART 1

KLASIFIKASI HURUF PART 1

ALBIDAYAH WAN NIHAYAH DAN IBNU KATSIR