ALBIDAYAH WAN NIHAYAH DAN IBNU KATSIR
ALBIDAYAH WANNIHAYAH
NAl-Bidayah wan Nihayah atau
Tarikh Ibnu Katsir adalah kitab sejarah 14 Juz. Pembahasan kitab ini berawal
dari penciptaan alam semesta, langit dan bumi, malaikat, manusia pertama, kemudian
kisah para nabi dan umat-umat terdahulu hingga Nabi terakhir, kemudian
tokoh-tokoh, dinasti (khilafah/daulah) dan peristiwa-peristiwa yang terjadi
pada abad-abad yang dilalui dalam masa Islam hingga ke masa pengarang (Abad 8
H), kemudian diikuti dengan peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman seperti
tanda-tanda datangnya kiamat, perjalanan di alam barzakh, kebangkitan kembali
hingga akhirat, Surga dan Neraka yang kisahnya diambil berdasarkan dari hadits
nabi S.A.W.. seluruh kisah diceritakan dengan baik melalui alqur'an dan juga
hadist nabi.
Tercatat, kitab
Al-Bidayah wa an-Nihayah merupakan sumber primer terutama untuk sejarah Dinasti
Mamluk di Mesir. Dan karenanya kitab ini seringkali dijadikan bahan rujukan
dalam penulisan sejarah Islam.
TENTANG IBNU KATSIR
Nama lengkap beliau
adalah Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, Imaduddin
Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Asy-Syafi'i. Beliau adalah seorang pemikir
dan ulama Muslim. Lahir pada tahun 1301 M di Busra, Suriah dan wafat pada tahun
1372 M di Damaskus, SuriahGuru pertama Ibnu Katsir adalah Burhanuddin
al-Fazari, seorang ulama penganut mazhab Syafi'i. Ia juga berguru kepada Ibnu
Taymiyyah di Damaskus, Suriah, dan kepada Ibnu al-Qayyim. Ia mendapat arahan
dari ahli hadis terkemuka di Suriah, Jamaluddin al-Mizzi, yang di kemudian hari
menjadi mertuanya. Ia pun sempat mendengar langsung hadis dari ulama-ulama
Hejaz serta memperoleh ijazah dari Al-Wani. Tahun 1366, oleh Gubernur Mankali
Bugha Ibnu Katsir diangkat menjadi guru besar di Masjid Ummayah Damaskus. Ulama
ini meninggal dunia tidak lama setelah ia menyusun kitab Al-Ijtihad fi Talab
al-Jihad (Ijtihad Dalam Mencari Jihad) dan dikebumikan di samping makam gurunya,
Ibnu Taimiyah.
Beberapa karya Ibnu
Katsir dalam ilmu sejarah ini antara lain:
- Al-Bidayah wa an Nihayah (Permulaan dan Akhir) atau nama lainnya Tarikh ibnu Katsir sebanyak 14 jilid.
- Al-Fusul fi Sirah ar-Rasul (Uraian Mengenai Sejarah Rasul), dan
- Tabaqat asy-Syafi'iyah (Peringkat-peringkat Ulama Mazhab Syafii).
Kitab sejarahnya yang
dianggap paling penting dan terkenal adalah Al-Bidayah. Ada dua bagian besar
sejarah yang tertuang menurut buku tersebut, yakni sejarah kuno yang menuturkan
mulai dari riwayat penciptaan hingga masa kenabian Rasulullah SAW dan sejarah
Islam mulai dari periode dakwah Nabi ke Makkah hingga pertengahan abad ke-8 H.
Kejadian yang berlangsung setelah hijrah disusun berdasarkan tahun kejadian
tersebut.
Ibnu Katsir juga menulis
tafsir Qur'an yang terkenal yang bernama Tafsir Ibnu Katsir. Hingga kini,
tafsir Alquran al-Karim sebanyak 10 jilid ini masih menjadi bahan rujukan dalam
dunia Islam.Di samping itu, ia juga menulis buku Fada'il Alquran (Keutamaan Alquran),
berisi ringkasan sejarah Alquran.
Ibnu Katsir pun banyak
menulis kitab ilmu hadis. Di antaranya yang terkenal adalah:
Jami al-Masanid wa
as-Sunan (Kitab Penghimpun Musnad dan Sunan) sebanyak delapan jilid, berisi
nama-nama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis;
- Al-Kutub as-Sittah (Kitab-kitab Hadis yang Enam) yakni suatu karya hadis;
- At-Takmilah fi Mar'ifat as-Sigat wa ad-Dhua'fa wa al-Mujahal (Pelengkap dalam Mengetahui Perawi-perawi yang Dipercaya, Lemah dan Kurang Dikenal);
- Al-Mukhtasar (Ringkasan) merupakan ringkasan dari Muqaddimmah-nya Ibn Salah; dan
- Adillah at-Tanbih li Ulum al-Hadits (Buku tentang ilmu hadis) atau lebih dikenal dengan nama Al-Ba'its al-Hadits.
Dalam ilmu fiqih, Ibnu
Katsir juga tidak diragukan keahliannya. Oleh para penguasa, ia kerap
dimintakan pendapat menyangkut persoalan-persoalan tata pemerintahan dan
kemasyarakat yang terjadi kala itu. Misalnya saja saat pengesahan keputusan
tentang pemberantasan korupsi tahun 1358 serta upaya rekonsiliasi setelah
perang saudara atau peristiwa Pemberontakan Baydamur (1361) dan dalam
menyerukan jihad (1368-1369). Selain itu, ia menulis buku terkait bidang fiqih
didasarkan pada Alquran dan hadis.
Komentar
Posting Komentar