KLASIFIKASI ISIM PART 1

Isim, yang dalam Bahasa Indonesia, menurut kebanyakan pakar dikatakan sebagai kata benda, sebenarnya bukanlah ansich kata benda. Bisa dikatakan bahwa semua kata benda adalah isim namun tidak semua isim adalah kata benda. Hal ini dikarenakan ada sebagian isim yang dalam Bahasa Indonesianya bukanlah kata benda. Sebagai contoh kata هو   (artinya ‘dia’) dalam Bahasa Arab termasuk isim yaitu isim dlomir, namun dalam Bahasa Indonesia bukan termasuk kata benda (nomina), akan tetapi kata pengganti (Promina). Begitu pula kata الذي (artinya ‘yang’) dalam Bahasa Arab termasuk jenis isim yaitu isim maushul, akan tetapi dalam Bahasa Arab bukanlah kata benda (nomina) melainkan kata sambung (konjungtor) yaitu konjungtor koordinatif.

Berangkat dari hal diatas, bisa dikatakan bahwa kalimah isim mempunyai jenis yang banyak sekali, melihat dari berbagai sudut pandang. Misalnya dilihat dari ruang lingkupnya (umum/khususnya), dilihat dari gendernya, jumlahnya, keberadaannya, asal muasalnya, keadaan huruf akhirnya, dan lain dari sudut pandang lainnya.

Melihat dari banyaknya jenis isim ini, kita akan membahasnya secara bertahap. Adapun dalam tulisan ini, kita akan membahas klasifikasi isim dilihat dari umum/khususnya.

Bila dilihat dari segi umum atau khususnya, isim diklasifikasikan menjadi dua  jenis yaitu:

 

1. Isim Nakiroh "نكرة إسم"

Adalah kata benda yang merujuk pada sesuatu yang masih umum (kata benda umum) belum jelas rujukannya pada satu hal (كُلُّ اسْمٍ يَدُلُّ عَلَى غَيْرِ مُعَيَّن).

Contoh:

إِنْسَانٌ (manusia),

أسَدٌ (singa),

زَهْرَةٌ (bunga).

Tiga contoh tersebut masih mempunyai makna yang umum, kata singa masih umum dan belum jelas merujuk pada singa tertentu. Apabila kata tersebut ditambah dengan kata “itu” menjadi “singa itu/singa yang itu” maka kata tersebut menjadi khusus.

 

2.      Isim Ma’rifat معرفة إسم

Adalah isim yang merujuk pada sesuatu yang khusus (kata benda khusus) yang sudah jelas rujukannya pada sesuatu. (كُلُّ اسْمٍ يَدُلُّ عَلَى غَيْرِ مُعَيَّن).

Contoh :

مُحَمَّدٌ (Muhammad),

الإِنْسَانُ (orang itu),

هَذَا الأَسَدُ (singa ini),

البَنَفْسَجِ زَهْرَةُ (bunga ungu).

Contoh-contoh di atas termasuk ke dalam isim ma’rifat karena semua kata sudah merujuk pada satu kata tertentu yang sudah jelas maknanya. Isim ma’rifat sendiri ada bermacam-macam. Berikut macam-macam isim ma’rifat :

 

Dhomir (الضَّمِيْر)

Isim dhomir adalah kata ganti baik untuk orang pertama, kedua maupun ketiga. Berikut yang termasuk kata ganti dalam bahasa Arab:

هُوَ (dia lk),

هُمَا (berdua lk),

هُمْ (mereka lk),

هِيَ (dia pr),

هُمَا (berdua pr),

هُنَّ (mereka pr),

أَنْتَ (kamu lk),

أَنْتُمَا (kamu berdua lk),

أَنْتُمْ (kalian lk),

أَنْتِ (kamu pr),

أَنْتُمَا (kamu berdua pr),

أَنْتُنَّ (kalian pr),

أَنَا (saya),

نَحْنُ (kami).

 

‘Alam (العَلَم)

Isim ‘alam adalah isim yang menjelaskan nama orang, tempat, daerah, negara, atau nama lainnya. Contoh:

مُحَمَّدٌ (muhammad),

عَائِشَة (Aisyah),

لُبْنَان (lebanon),

مَكَّة (mekah).

 

Isim Isyaroh (الإِشَارَة اسْم)

Isim Isyaroh adalah isim yang menunjukkan makna isyarat (kata isarat). Berikut kata-kata yang termasuk dalam isim isyaroh :

هذا  (ini lk),

هَذِهِ (ini pr),

ذَلِك (itu lk satu),

تِلْكَ (itu pr),

اولىك (mereka, lk. dan pr.)

 

Isim Mausul (المَوْصُوْل اسْم)

Isim Mausul adalah isim yang dijadikan penghubung sebagai frasa dalam kalimat tertentu dan biasanya diartikan dengan “yang”. Berikut yang termasuk dalam isim mausul :

الَّذِي (tunggal lk),

التِّى (tunggal pr),

الَّذَانِ (dua lk),

الَّتَانِ (dua pr),

الَّذِيْنَ (jamak lk),

الّات (jamak pr).

 

 

 NOTE

  • Isim nakiroh bisa berubah menjadi ma’rifat karena ada unsur luar yang ditambahkan. Yaitu berupa isim nakiroh yang ditambahi dengan huruf ال sebelumnya, kata tersebut akan menjadi ma’rifat dan maknanyapun juga akan berubah yang awalnya nakiroh menjadi ma’rifat.        Contoh: Kata كِتَابٌ berarti buku secara umum, buku jenis apapun warna apapun. Namun ketika di tambahi huruf ال  diawalnya (الكِتَابُ), artinya berubah menjadi buku itu (menjadi khusus).
  • Isim yang berawalan huruf ال tidak boleh berharokat tanwin

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KLASIFIKASI FI'IL PART 1

KLASIFIKASI HURUF PART 1

ALBIDAYAH WAN NIHAYAH DAN IBNU KATSIR