Permulaan abad 19 M boleh dikatakan sebagai awal terjaganya umat Islam setelah sekian lamanya mereka terpuruk dalam keputus asaan dan tenggelam dalam stagnansi keilmuan. Abad itu ditandai dengan adanya kesadaran keterbalikan sejarah di kalangan umat Islam. Sebelumnya umat Islam adalah produsen peradaban yang berkembang sampai ke barat khususnya Andalusia yang sekarang dikenal dengan Spanyol. Sebelum abad 19 M, para filsuf, ilmuwan, dan insinyur dari Dunia Islam menghasilkan banyak kontribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan, baik dengan menjaga tradisi yang telah ada ataupun dengan menambahkan penemuan dan inovasi mereka sendiri. Paling tidak terdapat enam data sejarah sebagai indikator kunci yang menunjukan kejayaan paradaban Islam pada masa Bani Abbasiyah, Bani Fatimiyah, dan Bani Umayyah di Andalusia. Pertama, gerakan penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan (sains), sastra dan filsafat dari beberapa bahasa seperti Yunani, Mesir, Persia dan India ke dalam...
Fiil yang di dalam Bahasa Indonesia sering di asosiasikan dengan kata kerja itu sebenarnya bukanlah ansich kata kerja. Seperti fiil amar, itu dalam Bahasa Indonesianya adalah kata perintah, jadi bukan kata kerja. Pengasosian tersebut sebenarnya hanya untuk memudahkan saja, karena pada kenyataannya memang mayoritas jenis fiil itu adalah kata kerja. Fiil yang bisa diartikan dengan kata kerja itu sebenarnya adalah hanya sebagian dari jenis fiil saja. Pada kenyataannya, fiil dibagi menjadi banyak sekali jenisnya, tergantung dari sudut pandangnya. Pembagian ini bisa dilihat dari sudut pandang waktu kejadiannya, bangunan (bina) huruf akhirnya, dari penyusunnya, dari subjeknya, dari objeknya, dari tashrifnya (berubahnya fi'il menjadi fi'il lain), dari perubahannya (berubahnya harakat akhir fi'il) dsb. Karena materi kita adalah dari dasar, oleh karenanya disini kita akan membahas dasarnya dahulu, yaitu fiil dilihat dari sudut pandang waktu kejadiannya. Dilihat dari sudut pa...
Komentar
Posting Komentar